Beranda BERITA UTAMA Darmaji Warga Dusun Sukosari Tewas Tergantung

Darmaji Warga Dusun Sukosari Tewas Tergantung

Malang-padangterkini.com – Masyarakat Dusun Sukosari Desa Sukorejo Kecamatan Tirtoyudo, Selasa (2/7) pagi gempar. Warga heboh dengan kematian Darmaji, warga setempat. Pria berusia 53 tahun ini ditemukan tewas tergantung di pohon sirsak. Dugaan kuat korban bukan bunuh diri, tapi tewas dibunuh.

Usai dievakuasi, jenazah lantas dibawa ke kamar mayat RSSA Malang, untuk dilakukan otopsi. Hal ini untuk memastikan penyebab kematian sebenarnya. Sebab saat ditemukan tergantung di pohon, kedua tangannya terikat di belakang. “Jenazah langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang,” ujar Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang.

Sore, dugaan pembunuhan terhadap Darmaji semakin menguat. Hasil otopsi dipastikan bahwa korban meninggal terlebih dahulu, baru kemudian digantung di pohon sirsak. “Keterangan dari dokter forensik, korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen pada darahnya. Korban sudah meninggal lebih dahulu, baru kemudian digantung,” jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda kepada Malang Post.

Namun untuk memastikan penyebab kematian sebenarnya, Satreskrim Polres Malang akan mengirim sample darah, cairan lambung serta air luar korban ke Laboratorium Forensik Mabes Polri di Polda Jatim. Diharapkan, hasil Labfor akan bisa mengetahui penyebab kematian korban.

“Sudah ada lima orang saksi yang kami mintai keterangan. Satu saksi adalah warga yang menemukan dan empat saksi dari pihak keluarga,” ujarnya. Lantas apakah memang ada hubungannya dengan politik Pilkades?. Adrian mengaku masih belum tahu. Pihaknya masih akan mendalami informasi tersebut. Dijelaskannya, kalau korban meninggal bunuh diri, ada beberapa kejanggalan. Di antaranya, tidak ada tumpuan kaki korban di sekitar TKP. Termasuk tali simpul yang seharusnya berada di belakang kepala, tetapi saat ditemukan olah TKP berada di depan. Termasuk dengan kondisi kedua tangannya yang terikat di belakang.

Sedangkan kalau dugaan pembunuhan, sama sekali tidak ditemukan bekas tanda kekerasan pada tubuhnya. Selain itu, tidak ada bekas cekikan pada leher korban. Bekas jejak kaki di sekitar TKP juga tidak ditemukan.

“Karena itulah, kami masih terus mendalami kasus ini. Semoga saja bisa segera ada titik terang penyebab kematian sebenarnya terlebih dahulu,” paparnya.

Adalah Kaseno, saksi yang kali pertama menemukankorban tergantung di pohon sirsak. Pagi sekitar pukul 05.00, saksi pergi ke kebun mencari rumput untuk pakan ternak. Ketika melintas di lokasi, saksi kaget setelah melihat korban tewas tergantung. Selanjutnya saksi memberitahu warga sekitar yang kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan aparat kepolisian.

Selain mendalami dengan melakukan olah TKP mendatangkan Tim Identifikasi Polres Malang, polisi juga memperdalam keterangan saksi. Selain keluarga korban, polisi juga meminta keterangan saksi dari warga sekitar.

Sementara kabar yang berkembang, bahwa kematian korban karena masalah Pilkades. Ada dugaan korban memang dibunuh. Sebab diketahui bahwa korban merupakan salah satu tim pemenang salah satu calon kepala desa.(***)